Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM – Keluarga pelaku pembunuhan siswa SMP di Kampung Gajah rupanya mengetahui perilaku anaknya.
Pelaku sudah berulang kali membuat ulah pada korban.
Tahun lalu, pelaku juga sempat menyakiti korban yang masih duduk di kelas 6 SD.
Keluarga bahkan sampai memindahkan sekolah korban demi bisa terhindar dari pelaku.
Pasalnya pelaku diindikasikan memiliki kelainan seksual.
ZAAQ ditemukan tewas di Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat.
Dia dibunuh YA (16) dibantu saudaranya AP (17).
YA merasa sakit hati karena ZA memutus hubungan pertemanan dengannya.
Kakek korban, Undang Supriatna bercerita tahun lalu ketika ZA masih kelas 6 SD dia pernah disakiti pelaku.
“Terjadi pemukulan pelaku terhadap korban, yang dipukul itu matanya. Sampai pernah dikumpul keluarga dari sana sama RT-nya,” katanya.
Ia menyebut bahwa sebenarnya ZA dan YA tidak berteman.
YA justru sering membully ZA.
“Kedekatan dianggap teman sih bukan teman, karena yang sering saya dengar dari cucu saya sering dipalakin, kan satu sekolah. Kedekatannya bukan sebagai teman, kayak dibully lah gitu,” katanya.
Keluarga ZA bahkan sudah mengultimatum YA untuk tidak menemui korban lagi sejak kejadian pemukulan.
“Kita komunikasikan ke orang tuanya. Malah kita intruksikan jangan sampai pelaku ketemu sama korban. Kita udah kasiih ketegasan sama pelaku,” katanya.
“Makanya kita pindahkan sekolahnya ke Bandung itu untuk menghindari dari pelaku,” tambah Undang.
Selain melakukan kekerasan, Undang mencurigai bahwa pelaku juga memiliki kelainan seksual.
“Diduga dari hasil informasi pelaku ini ada kelainan, laki-laki suka laki-laki dari hasil infromasi guru di sekolah,” katanya.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra mengatakan setelah itu YA justru mendatangi ZA di Bandung.
Dia menjemputnya di SMP Negeri 26 Kota Bandung lalu dibawa ke Kampung Gajah pada Senin (9/2/2026).
Keluarga ZA yang khawatir anak tak kunjung pulang, lantas curiga pada YA.
Mereka langsung menghubungi keluarga YA.
“Besoknya dikumpulkan oleh Pak RT, ditanyakan pernah melihat korban tidak, dan pelaku mengaku tidak pernah melihat. Di situ mulai muncul alibi-alibi bohong,” katanya.
Pada kenyataannya, YA kemudian merakayasa keadaan dengan menguasai handphone korban.
Dia mengirim pesan ke sejumlah teman berisi ‘Saya diculik’.
“HP korban ini digunakan pelaku untuk memunculkan alibi seolah-olah korban masih hidup. Dia mengirim pesan ke beberapa rekan korban, menyebutkan ‘saya diculik’,” kata Niko.
YA bermaksud membentuk opini bahwa ZA belum meninggal tapi diculik.
Setelah mengirim pesan, YA menghancurkan handphone Za.
“Setelah itu ponsel korban dirusak untuk menghilangkan jejak,” katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Reaksi Orang Tua Dengar Anak Jadi Pembunuh Siswa SMP di Kampung Gajah, Sempat Dibohongi Pelaku, https://bogor.tribunnews.com/berita-menarik/309853/reaksi-orang-tua-dengar-anak-jadi-pembunuh-siswa-smp-di-kampung-gajah-sempat-dibohongi-pelaku?page=all.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
#viraldimediasosial #medsos #tabiatpelaku #pembunuh #siswasmp #lgbt #siswasmp #bandung
Editor Video: Ulung
Uploader: Wening Cahya Mahardika
Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:
YouTube: https://www.youtube.com/@tribunnewsbogorvideo
Facebook: https://www.facebook.com/TRIBUNnewsBogor
Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t
TikTok: https://www.tiktok.com/@tribunbogor
Instagram: @tribunbogor
