Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajak negara-negara Arab untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka.
Menurutnya, negara-negara yang bergantung pada minyak memikul tanggung jawab untuk mengamankannya.
Hal itu disampaikan Trump dalam wawancara bersama Channel 14 Israel pada Minggu (15/3/2026).
Ia berdalih bahwa Selat Hormuz tidak mendatangkan keuntungan apa pun bagi Washington karena AS sudah mandiri energi.
Oleh karena itu, tidak seharusnya AS menanggung beban untuk menjaga Selat Hormuz sendirian.
Trump bersikeras bahwa negara-negara penghasil minyak di dekat perairan tersebut harus ikut aktif dalam pertempuran dan pertahanan.
“Negara-negara penerima minyak melalui selat tersebut harus berpartisipasi aktif dalam pertempuran dan pertahanan,” kata Trump, dikutip dari Anadolu Agency pada Senin (16/3/2026).
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan pintu keluar utama minyak dari negara-negara produsen energi di kawasan Teluk.
Di antaranya Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, Iran, dan Uni Emirat Arab.
Sekitar 17 juta hingga 20 juta barel minyak per hari melewati selat ini.
Jumlah itu setara dengan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Namun, pengiriman minyak mulai terganggu sejak perang meletus antara Iran, AS, dan Israel pada akhir Februari 2026.
Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup, namun hanya dikecualikan bagi kapal-kapal AS dan sekutunya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Anadolu Agency dengan judul, Trump mengatakan negara-negara Arab ‘harus bergabung’ dalam perjuangan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
https://www.aa.com.tr/en/americas/trump-says-arab-countries-will-have-to-join-fight-to-keep-strait-of-hormuz-open/3865820
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
:Uploader: Bintang Nur Rahman
#DonaldTrump #SelatHormuz #AmerikaSerikat #NegaraArab #MinyakDunia #Energi #UpdateInternasional #Geopolitik #Perang #TimurTengah #AnadoluAgency #EkonomiGlobal
