Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM – Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali meningkat.
Teheran memperingatkan akan menyerang reaktor nuklir Dimona milik Israel jika ada upaya mengganti pemerintahan di Iran.
Peringatan keras tersebut disampaikan oleh seorang pejabat militer senior Iran pada Rabu (4/3/2026).
Reaktor nuklir Dimona yang berada di Gurun Negev diketahui menjadi pusat penelitian nuklir utama Israel.
Fasilitas ini juga dikaitkan dengan program nuklir rahasia negara tersebut.
Pejabat Iran itu menegaskan, jika AS dan Israel melanjutkan skenario perubahan rezim, Iran akan meluncurkan serangan balasan.
Targetnya disebut mencakup reaktor Dimona serta infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.
“Ini adalah skenario yang telah kami persiapkan,” kata pejabat itu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan serangan terhadap Iran bukan bertujuan menggulingkan pemerintahan.
Namun Presiden Donald Trump sempat mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan setelah serangan berhenti.
Trump menyebut momen itu bisa menjadi satu-satunya kesempatan bagi rakyat Iran dalam beberapa generasi.
Di tengah isu pergantian rezim, nama putra mahkota monarki Iran, Reza Pahlavi, sempat disebut sebagai calon pemimpin jika pemerintahan saat ini runtuh.
Meski begitu, Trump menegaskan Reza Pahlavi bukan sosok yang dipertimbangkan secara serius oleh pemerintahannya untuk memimpin Iran. (Tribun-Video.com/Kompas.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dubes Iran Sebut Masyarakat Tak Menganggap Keberadaan Putra Mahkota Reza Pahlavi, https://www.tribunnews.com/internasional/7798948/dubes-iran-sebut-masyarakat-tak-menganggap-keberadaan-putra-mahkota-reza-pahlavi.
Program: Tribunnews Update
Host: Tri Suhartini
Editor Video: Nur Rohman Urip
Uploader: Panji Anggoro Putro
#viory #israel #iran
