Perusahaan Migas Ketar-ketir seusai AS Ambil Alih Venezuela, Harga Pasar Global Minyak Anjlok

Perusahaan Migas Ketar-ketir seusai AS Ambil Alih Venezuela, Harga Pasar Global Minyak Anjlok

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kembali sektor minyak Venezuela ke pasar internasional memicu ketidakpastian global.

Di tengah gejolak politik usai penangkapan Presiden Nicolás Maduro, perusahaan-perusahaan minyak justru bersikap hati-hati.

Mayoritas perusahaan migas AS masih bungkam.

Chevron menjadi satu-satunya perusahaan besar AS yang tetap beroperasi di Venezuela, namun enggan memberi pernyataan soal kelanjutan bisnisnya.

Analis energi menilai sikap tersebut wajar.

Perusahaan minyak dinilai tak mau mempertaruhkan modal pemegang saham tanpa jaminan stabilitas politik.

Selain faktor politik, infrastruktur migas Venezuela juga rusak parah akibat krisis ekonomi dan sanksi internasional, sehingga membutuhkan investasi besar untuk pemulihan.

Reuters melaporkan, CEO Equinor memastikan perusahaan energi asal Norwegia itu tidak berniat kembali ke Venezuela.

Equinor sendiri telah hengkang sejak awal dekade ini, meski pemerintah AS tengah membuka diskusi dengan perusahaan minyak global soal peluang bisnis di negara tersebut.

Rencana Trump juga menuai reaksi keras dari China.

Beijing mengecam tuntutan AS agar Venezuela membentuk “kemitraan eksklusif” di sektor minyak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan Venezuela adalah negara berdaulat dengan hak penuh atas sumber daya minyaknya.

“Venezuela adalah negara berdaulat dan memiliki kedaulatan penuh atas sumber daya minyaknya,” kata Mao, seperti dikutip Reuters.

China menyatakan kerja sama ekonomi dengan Venezuela sah secara hukum internasional.

Saat ini, China merupakan mitra dagang terbesar kedua Venezuela, dengan nilai perdagangan mencapai sekitar 7 miliar dolar AS.

Ketegangan ini langsung berdampak ke pasar global.

Harga minyak mentah berjangka anjlok seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Minyak mentah AS turun 1,66 persen ke level 56,18 dolar AS per barel, sementara Brent merosot 1,25 persen menjadi 59,94 dolar AS per barel.

Pelaku pasar kini menunggu kepastian arah politik Venezuela sebelum masa depan industri minyak negara tersebut menjadi jelas.

https://www.tribunnews.com/internasional/7776025/rencana-trump-ambil-minyak-venezuela-bikin-perusahaan-migas-ragu-dan-harga-minyak-anjlok?page=all&s=paging_new

Program: Tribunnews Update
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: Tri Hantoro

#as #venezuela #migas #pasarminyak #minyakvenezuela #donaldtrump #nicolasmaduro #amerikaserikat

社会・政治ニュース動画カテゴリの最新記事