Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNJATIM.COM – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menuntut permintaan maaf dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal ini karena ucapan Trump dianggap meremehkan pasukan NATO di Afghanistan.
Starmer menyebut, komentar Trump sebagai penghinaan terhadap sekutu yang telah berjuang di medan perang bersama AS.
Pasalnya, sekitar 457 pasukan Inggris tewas setelah bergabung dalam invasi yang dipimpin AS ke Afghanistan pada 2001.
“Ini menghina dan terus terang mengerikan,” ucap Starmer, dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (24/1/2026).
Starmer menyebut, jika sesorang salah ucap harusnya meminta maaf.
Sebelumnya, Trump melakukan sesi wawancara dengan Fox News di sela-sela World Economic Forum di Swiss pekan ini.
Ia seolah tidak menyadari bahwa 457 tentara Inggris tewas dalam pertempuran di Afghanistan setelah serangan teror 11 September di AS.
Trump juga mengulangi pernyataannya bahwa NATO tidak akan membantu Amerika Serikat jika diminta.
Faktanya, setelah serangan 11 September 2001 tersebut, Inggris dan sejumlah sekutu lainnya bergabung dengan AS di Afghanistan setelah Pentagon mengaktifkan klausul keamanan kolektif NATO.
Selain Inggris, pasukan dari negara-negara sekutu NATO lainnya termasuk Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Denmark, serta negara-negara lain juga tewas dalam pertempuran di Afghanistan.
(Tribun-Video.com)
Editor Video: Arie Setyaga Handika
Uploader: Dimas HayyuAsa
Website https://jatim.tribunnews.com/
Twitter https://twitter.com/tribunjatim
Facebook https://www.facebook.com/tribunnewsjatim
Instagram https://www.instagram.com/tribun_jatim/
#tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia #PMInggris #DonaldTrump #NATO #Afghanistan #Geopolitik #DiplomasiInternasional #BeritaDunia #KeteganganGlobal
