Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Amerika Serikat disebutkan ingin membatasi biaya politik dan militer dari potensi serangan langsung terhadap Iran.
Hal itu dimaksudkan untuk menghindari secara resmi dicap sebagai pemicu perang.
Hal itu diungkapkan sumber pertahanan Iran kepada rusiatoday.
Dilansir dari rt.com pada Selasa (24/2), pejabat Iran itu memberi peringatan keras.
Yakni, setiap upaya untuk mengalihkan tanggung jawab kemungkinan besar tidak akan mengubah hasilnya.
Pejabat tersebut juga mengetahui saat ini Washington mengantisipasi respons Iran yang keras terhadap setiap tindakan agresi.
Dalam upayanya itu, AS memposisikan diri sebagai pendukung kuat bagi Israel.
Seperti, menyediakan kemampuan operasional dan payung pertahanan berlapis-lapis yang luas di atas wilayah Israel.
Atas hal itu, pejabat tersebut menekankan, Iran akan menerapkan skenario pencegahan.
Pihaknya menyebut, Iran akan merespons dalam skla luas yang sebanding dengan sifat ancaman dari musuh.
Sebagai informasi, di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat memerintahkan personel non-darurat untuk meninggalkan kedutaannya di Beirut, Lebanon.
Evakuasi staf itu ialah bagian dari protokol keamanan darurat tingkat tertinggi.
Sebelumnya, Trump mengancam Iran dengan memberi waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan tentang pembongkaran program nuklir dan rudal balistiknya.
Trump menegaskan, hal-hal buruk akan terjadi jika Iran tidak mematuhinya. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di rt.com dengan judul AS berupaya mengalihkan blame atas serangan Iran ke Israel
https://www.rt.com/news/632948-iran-us-israel-shift-blame/
Program: Tribunnews Update
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: Panji Anggoro Putro
#as #iran #teheran #amerikaserikat #israel #serangan #donaldtrump #kapalas #rudaliran #nukliriran
